Fast Blinking Hello Kitty

With My Lovely Mom

Foto barenk my lovely mom....

Bukit Naang

Dibawah flying fox

Hai.....

Gaya dulu yah.....

Dimana nih yaaa...?

Numpang foto dulu...., hehehehe

Papa dan Mama

My parents photo

01 November 2015

Nobody's Perfect

Saat masih remaja, kita cenderung mencari jati diri. Disaat menyukai seseorang, kita hanya akan fokus pada kelebihannya saja, sementara kekurangan dirinya akan tertutupi oleh ‘cinta’. Sebuah kata yang mampu mengubah pola pikir seseorang. Ketika kita mampu menguak kekurangan diri someone special kita itu, masih mampukah kita bertahan? Lalu, yakinkah diri kita bahwa dia itu adalah cinta sejati? Atau jangan-jangan hanya cinta semu belaka? Perlahan tapi pasti, seiring waktu berlalu kita menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bukannya gak mungkin kita akan selalu mencari dan terus mencari sosok yang lebih sempurna dan lebih memahami kita. Seiring luasnya pergaulan, semakin bertambah pula keinginan untuk mencari seseorang yang sempurna sesuai pola pikir kita tersebut. Mempertahankan itu memang tidak mudah, begitu pula menyatukan dua orang dengan pola pikir yang berbeda. Apalagi setelah kita memasuki bahtera rumah tangga yang bisa saja memiliki persoalan cenderung kompleks dibanding saat masih masa ‘pedekate’ yang lalu. Kini pertanyaan selanjutnya adalah : Apakah kita benar-benar ikhlas menerima belahan jiwa kita saat ini apa adanya? Sementara kita telah mengetahui segala hal tentang dirinya, mulai dari masa lalunya hingga saat ia memutuskan untuk menjadikan kita sebagai teman hidupnya. Terkadang kita masih saja mengharapkan yang lebih tanpa mengingat kelebihan dan kebaikan pasangan kita selama ini. Manusiawi sih, tapi bagaimana jika ternyata si dia memiliki kekurangan yang tak dapat kita tolerir? Okay, selama kekurangan tersebut tidak bertentangan dengan adab, norma dan nilai-nilai agama maka hal itu tidak menjadi masalah yang serius. Jika yang terjadi sebaliknya, maka bicarakanlah secara baik-baik. Jangan pernah sekalipun mengintimidasi pasangan karena hal itu akan membuatnya tertekan. Wajar saja jika kita ingin marah karena kita hanya manusia biasa. Akan tetapi lebih baik ketuklah hati nuraninya dan jangan menggunakan emosi, karena emosi hanya membuat suasana bertambah panas. Bagian terpenting dalam meredakan masalah adalah mencari solusi. Carilah solusi dengan mendiskusikan dan saling sepakat dengan pasangan, bila perlu buatlah komitmen dan perjanjian. Siapa yang melanggar, maka dia harus menerima konsekuensinya. Rumah tangga dibangun atas dasar kejujuran dan komitmen. Jika dahulu kita memilih dia karena kelebihannya, lalu sekarang untuk apa kita terlalu menuntut lebih atas kekurangannya? Hal terpenting yang harus kita lakukan bukannya menuntut, melainkan membantu. Bantulah ia menjadi sosok yang lebih baik dan menjadi teladan bagi anak-anak kelak. Bila perlu, bantulah ia menyelesaikan permasalahan yang sedang ia hadapi. Permasalahan dalam rumah tangga bukan menjadi tanggung jawab salah satu pasangan saja karena kita adalah dua jiwa yang menjadi satu, yang oleh karenanya akan lebih indah jika diselesaikan berdua. Bukankah berdua dengan dirinya pasti lebih baik dan kita sendiri meyakini itu?. Tetaplah berusaha dan berdoa agar kita selalu menjadi yang terbaik dimata pasangan. Menjalaninya memang tidak semudah yang diucapkan, namun setidaknya kita telah berusaha. Keep spirit....:)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites