Fast Blinking Hello Kitty

With My Lovely Mom

Foto barenk my lovely mom....

Bukit Naang

Dibawah flying fox

Hai.....

Gaya dulu yah.....

Dimana nih yaaa...?

Numpang foto dulu...., hehehehe

Papa dan Mama

My parents photo

21 September 2014

Thank you, Friends.......



17 Mei 2014. Hari paling bersejarah dalam hidup saya. Hari saat saya mengadakan walimah setelah sehari sebelumnya saya bertemu dengan jodoh saya, yang ternyata adalah kakak kelas saya sendiri. Muchammad Zaenal Muttaqin, kakak kelas yang tak pernah saya duga sebelumnya ternyata adalah jodoh hingga akhir hayat saya, Insya Allah. Sebelumnya, saya mohon maaf karena setelah empat bulan berlalu, saya baru bisa memposting tulisan ini sebagai wujud terima kasih saya kepada teman-teman yang sudah menghadiri resepsi walimah saya. Terkadang, kita merindukan momen-momen lama. Saat bersama-sama menuntut ilmu di sekoolah yang sama. Momen indah itu berakhir di tahun 2009 dan kita semua melanjutkan studi di perguruan tinggi pilihan masing-masing. Tahun demi tahun berlalu hingga akhirnya kita 'reunian' lagi secara tak sengaja pada acara walimahan ini. Sekali lagi terima kasih kepada teman-teman yang sudah menyempatkan diri hadir di acara saya. terima kasih banyak atas kado spesialnya yang tak mungkin terlupakan. Walaupun kita telah terpisah dan kita menjalani hidup masing-masing, ingatlah bahwa kita pernah memiliki kenangan terindah, yaitu persahabatan. Di kala sepi melanda diri, ingatlah selalu bahwa kita memiliki orang-orang spesial yang menyayangi kita dan menerima kita apa adanya. Love you, friends..., wherever you are, keep remember one thing : Setelah kita semua sukses nantinya (AAmiin....), jangan pernah lupakan kenangan putih abu-abu kita. Saat kebersamaan dengan teman-teman dan guru-guru yang telah banyak memberi ilmunya pada kita. Friendship will never ends.....

19 September 2014

Mommy..., I'm (not) still a Kid

Terkadang kita merasa kesal bila orangtua mengatakan,"Jangan ikut campur, kamu masih kecil", atau ungkapan seperti : "Anak kecil gak boleh tahu". Tapi tahukah teman-teman, kita bisa belajar dari seorang anak kecil. Tidak selamanya anak kecil selalu seperti itu. Ada juga beberapa diantara mereka yang justru terlihat lebih dewasa dibanding anak-anak seusianya. Contohnya adik saya, Hani. Usianya masih 3 tahun. Sifatnya yang ramah dan sopan menarik perhatian saya pada pandangan pertama. Contohnya Subuh tadi. Dek Hani lebih dulu bangun dibanding ketiga kakaknya, hahahaha...., termasuk ia juga ikut membangunkan saya. Kemudian saya membersihkan kamar. Saya lihat ia keluar sebentar, lalu kembali lagi dengan sekop yang ada di tangannya. Hatinya tergerak untuk membantu saya dengan sekop yang ada di tangannya. Tidak hanya itu, ia juga rajin membantu ibu di dapur. ia senang bereksperimen dengan alat-alat dapur dan tanpa merasa terpaksa, ia membantu saya membuat adonan bakso ubi, hehe. Sambil memperhatikan saya membulatkan adonan, ia mengangguk sendiri dan berusaha meniru hal-hal yang saya lakukan.
Anyway, saya masih ingat saat itu wajah ibu terlihat letih karena banyak bekerja. Dek Hani yang kebetulan saat itu sedang minum, tidak lupa membawakan segelas air minum untuk ibu. Saya jarang melihat anak seusianya yang cerdas sekaligus juga mengesankan hati. Well, adikku ini juga masih cengeng, walaupun gak cengeng banget. Biasanya ia rewel hanya pada saat ngantuk dan tidak pernah rewel dalam hal apapun, kecuali rasa kantuk yang sulit ditahan tersebut. Itulah kesan pertama yang saya dapatkan dari seorang anak usia tiga tahun. Usia yang masih sangat belia, namun saya memperoleh pelajaran berharga dari dirinya. We love you, Dek...:) Bunda........, Hanifah mau mimik cucu.... #opssskabur...... :D

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites