Terkadang kita merasa kesal bila orangtua mengatakan,"Jangan ikut campur, kamu masih kecil", atau ungkapan seperti : "Anak kecil
gak boleh tahu". Tapi tahukah teman-teman, kita bisa belajar dari seorang anak kecil. Tidak selamanya anak kecil selalu seperti itu.
Ada juga beberapa diantara mereka yang justru terlihat lebih dewasa dibanding anak-anak seusianya. Contohnya adik saya, Hani.
Usianya masih 3 tahun.
Sifatnya yang ramah dan sopan menarik perhatian saya pada pandangan pertama. Contohnya Subuh tadi. Dek Hani lebih dulu
bangun dibanding ketiga kakaknya, hahahaha...., termasuk ia juga ikut membangunkan saya. Kemudian saya membersihkan kamar. Saya lihat ia keluar sebentar, lalu kembali lagi dengan sekop yang ada di tangannya. Hatinya tergerak untuk membantu saya dengan sekop yang ada di tangannya.
Tidak hanya itu, ia juga rajin membantu ibu di dapur. ia senang bereksperimen dengan alat-alat dapur dan tanpa merasa terpaksa,
ia membantu saya membuat adonan bakso ubi, hehe. Sambil memperhatikan saya membulatkan adonan, ia mengangguk sendiri dan berusaha meniru hal-hal yang saya lakukan.
Anyway, saya masih ingat saat itu wajah ibu terlihat letih karena banyak bekerja. Dek Hani yang kebetulan saat itu sedang minum, tidak
lupa membawakan segelas air minum untuk ibu. Saya jarang melihat anak seusianya yang cerdas sekaligus juga mengesankan hati.
Well, adikku ini juga masih cengeng, walaupun gak cengeng banget. Biasanya ia rewel hanya pada saat ngantuk dan tidak pernah
rewel dalam hal apapun, kecuali rasa kantuk yang sulit ditahan tersebut.
Itulah kesan pertama yang saya dapatkan dari seorang anak usia tiga tahun. Usia yang masih sangat belia, namun saya memperoleh
pelajaran berharga dari dirinya. We love you, Dek...:)
Bunda........, Hanifah mau mimik cucu....
#opssskabur...... :D







0 komentar:
Posting Komentar